Samsung Galaxy S26 Ultra akhirnya resmi hadir sebagai flagship Android yang paling dinanti di tahun 2026. Seperti biasa, Samsung membawa chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5, sederet fitur AI baru, peningkatan kualitas kamera di kondisi minim cahaya, hingga pengisian daya yang kini lebih cepat.
Namun, di balik semua peningkatan tersebut, masih ada beberapa pertanyaan besar. Kapasitas baterai tetap 5.000 mAh, sensor kamera nyaris tidak berubah, dan dukungan Qi2 yang sudah lama dinanti juga belum hadir.
Setelah beberapa generasi membawa perubahan yang relatif kecil, wajar jika sebagian pengguna mulai mempertanyakan apakah lini Galaxy Ultra mulai kehilangan daya tariknya. Bahkan Samsung sendiri sempat memberi sinyal bahwa peningkatan hardware yang lebih besar baru akan datang tahun depan.
Untungnya, Galaxy S26 Ultra masih dijual dengan harga yang sama seperti pendahulunya. Varian dasar hadir dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB, sementara pilihan lainnya tersedia dalam kapasitas 512GB serta 1TB dengan RAM 16GB.
Desain dan Layar
Samsung memang belum memberikan baterai yang lebih besar, tetapi bodi Galaxy S26 Ultra kini terasa sedikit lebih tipis. Perbedaannya memang tidak drastis di atas kertas, tetapi cukup terasa saat digenggam, terutama jika dibandingkan dengan iPhone 17 Pro Max yang lebih tebal.
Kalau Anda termasuk pengguna yang jarang memakai casing, perubahan ini justru menjadi salah satu peningkatan yang paling terasa.
Perubahan lain yang cukup menarik adalah kembalinya material aluminium setelah dua generasi menggunakan titanium. Samsung memang menyebut aluminium membantu pembuangan panas lebih baik, tetapi sulit mengabaikan fakta bahwa langkah ini terasa mengikuti arah yang diambil Apple. Saat Apple memakai titanium, Samsung ikut beralih. Ketika Apple meninggalkannya, Samsung pun melakukan hal serupa.
Desain modul kameranya juga kini terlihat lebih rapi berkat bingkai berbentuk pil yang mengelilingi setiap lensa. Hasilnya, Galaxy S26 Ultra memiliki identitas desain yang lebih konsisten dengan seri Galaxy lainnya.
Meski begitu, saya sedikit kecewa karena Samsung belum menghadirkan tombol tambahan seperti Action Button atau Camera Button yang kini mulai umum di beberapa flagship.
Samsung menyediakan empat pilihan warna, yaitu White, Black, Sky Blue, dan Cobalt Violet. Unit yang kami gunakan berwarna Cobalt Violet, tampil elegan meski tidak terlalu mencolok.
Isi kotaknya pun masih sama seperti beberapa tahun terakhir. Anda hanya mendapatkan ponsel, kabel USB-C, ejector SIM, dan buku panduan. Charger, casing, maupun pelindung layar tetap harus dibeli terpisah.
S Pen juga masih hadir, tetapi sejak Bluetooth dihapus tahun lalu, kemampuannya tidak banyak berubah.
Privacy Display, Fitur Baru yang Unik

Fitur paling menarik tahun ini adalah Privacy Display.
Samsung menjadi produsen pertama yang menghadirkan efek seperti privacy screen protector langsung dari panel layar. Teknologi ini menggunakan dua jenis piksel OLED. Saat fitur diaktifkan, layar hanya memancarkan cahaya dengan sudut pandang sempit sehingga isi layar jauh lebih sulit dilihat dari samping, atas, maupun bawah.
Dalam penggunaan sehari-hari, efeknya cukup terasa. Pada sudut sekitar 45 derajat, layar mulai terlihat sangat gelap, sementara dari sudut yang lebih ekstrem hampir tidak terlihat sama sekali.
Menariknya, fitur ini bisa diaktifkan hanya untuk aplikasi tertentu, misalnya mobile banking atau aplikasi keuangan.
Sayangnya, ada kompromi yang harus diterima. Ketika Privacy Display aktif, tingkat kecerahan layar sedikit berkurang karena hanya sebagian piksel yang digunakan.
Menurut saya, fitur ini memang berguna bagi pengguna yang sering naik transportasi umum atau bepergian. Namun, untuk penggunaan harian, belum tentu semua orang akan mengaktifkannya terus-menerus.
Kualitas Layar
Selain Privacy Display, layar Galaxy S26 Ultra sebenarnya tidak banyak berubah.
Samsung masih mempertahankan panel AMOLED 6,9 inci dengan resolusi QHD+, refresh rate adaptif 1-120Hz, serta tingkat kecerahan HDR hingga 2.600 nits.
Lapisan Gorilla Armor anti-reflektif juga tetap menjadi salah satu nilai jual terbaiknya. Pantulan cahaya jauh lebih minim dibanding kebanyakan flagship lain sehingga layar tetap nyaman digunakan di bawah terik matahari.
Sensor sidik jari ultrasoniknya masih cepat dan akurat, sementara sistem Face Unlock masih mengandalkan kamera depan biasa sehingga tingkat keamanannya belum bisa menyamai Face ID milik Apple.
Kamera

Kalau berharap perubahan besar di sektor kamera, Galaxy S26 Ultra mungkin akan terasa sedikit mengecewakan.
Dalam pengujian kami, kualitas fotonya masih sangat mirip dengan Galaxy S25 Ultra karena hardware yang digunakan hampir tidak berubah.
Peningkatan paling terasa justru ada pada pemrosesan gambar. Eksposur kini lebih konsisten sehingga foto terlihat lebih terang tanpa kehilangan detail.
Dibanding iPhone 17 Pro, Galaxy menghasilkan warna yang lebih realistis dalam banyak situasi. Sementara iPhone masih cenderung memberikan tone hangat yang memang menarik dilihat, tetapi tidak selalu sesuai kondisi asli.
Untuk foto pemandangan, Galaxy menghasilkan warna hijau dan biru yang lebih hidup sehingga tampil lebih siap diunggah ke media sosial. Sebaliknya, iPhone memilih pendekatan warna yang lebih natural.
Samsung juga masih mempertahankan gaya HDR yang agresif. Area gelap dibuat lebih terang sehingga detail lebih banyak terlihat, meski hasil akhirnya kadang terasa kurang natural dibanding iPhone.
Di malam hari, peningkatannya cukup signifikan. Noise kini jauh lebih terkendali dibanding generasi sebelumnya sehingga hasil foto malam terlihat lebih bersih.
Kamera Selfie Lebih Lebar
Perubahan yang cukup menarik justru hadir pada kamera depan.
Samsung kini menggunakan sudut pandang setara 23mm, lebih lebar dibanding 25mm pada generasi sebelumnya.
Selisihnya memang kecil, tetapi cukup terasa ketika ingin mengambil selfie bersama teman atau memasukkan lebih banyak latar belakang ke dalam foto.
Kualitas Video
Samsung akhirnya memberikan jawaban yang layak terhadap Apple ProRes lewat codec baru bernama APV (Advanced Professional Video).
Codec ini menyimpan setiap frame sebagai gambar berkualitas tinggi sehingga proses editing menjadi jauh lebih ringan dibanding video HEVC biasa.
Meski sekitar 20% lebih hemat ruang dibanding ProRes, ukuran filenya tetap sangat besar. Rekaman video 4K selama satu menit saja bisa mencapai sekitar 6,75GB.
Untuk perekaman malam hari, kualitas videonya juga sedikit meningkat berkat pencahayaan yang lebih baik.
Performa
Galaxy S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 di seluruh dunia.
Chip ini menjadi lompatan besar karena akhirnya mampu menyamai performa single-core milik chip Apple. Dampaknya, aplikasi terasa lebih responsif, sementara pekerjaan berat seperti editing video atau multitasking berjalan sangat lancar.
Di sisi GPU, peningkatannya juga cukup besar.
Performa gaming awal meningkat sekitar 25% dibanding Galaxy S25 Ultra. Namun seperti biasanya, Samsung masih cukup agresif menurunkan performa ketika suhu mulai meningkat.
Artinya, performa puncaknya memang sangat tinggi, tetapi tidak bisa dipertahankan terlalu lama saat bermain game berat seperti Genshin Impact, PUBG Mobile, atau Delta Force Mobile dengan pengaturan grafis maksimal.
Samsung tetap menggunakan penyimpanan UFS 4.0, bukan UFS 4.1 seperti yang sempat dirumorkan.
Software dan AI
Galaxy S26 Ultra menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16.
One UI terus berkembang ke dua arah.
Di satu sisi, tampilannya makin modern dan mulai mengadopsi beberapa elemen yang mengingatkan pada iOS, seperti slider vertikal untuk volume dan kecerahan.
Di sisi lain, Samsung semakin serius mengembangkan fitur AI.
Selain Gemini, kini hadir Bixby yang didukung Perplexity AI sehingga mampu menjalankan berbagai pengaturan sistem yang belum bisa dilakukan Gemini.
Ada juga fitur Now Nudge yang secara otomatis memberikan saran berdasarkan konteks layar. Misalnya menawarkan rute Google Maps saat membaca percakapan atau membuat jadwal dari isi chat.
Konsepnya menarik, tetapi dalam praktiknya fitur ini belum terlalu sering muncul sehingga manfaatnya masih terasa terbatas.
Sebaliknya, fitur AI di aplikasi Galeri justru sangat mengesankan. Efek seperti Retro Anime, Watercolor, hingga Oil Painting mampu menghasilkan gambar yang jauh lebih natural dibanding generasi Galaxy sebelumnya.
Baterai
Inilah bagian yang paling mengecewakan.
Galaxy S26 Ultra masih menggunakan baterai 5.000 mAh, kapasitas yang sama sejak Galaxy S21 Ultra.
Sementara banyak kompetitor asal China sudah menawarkan baterai 6.500 hingga 7.000 mAh berkat teknologi silicon-carbon, Samsung masih bertahan di angka yang sama.
Dalam pengujian kami, daya tahannya sebenarnya masih cukup baik. Streaming YouTube berlangsung lebih lama dibanding generasi sebelumnya, meski hasil browsing ringan sedikit menurun.
Rata-rata screen-on time yang kami dapatkan berada di kisaran 7 jam 35 menit, cukup untuk penggunaan sehari penuh, tetapi jelas bukan yang terbaik di kelas flagship saat ini.
Audio dan Getaran
Speaker stereo Galaxy S26 Ultra terdengar lebih lantang dibanding pendahulunya dengan karakter suara yang lebih terbuka dan bass yang cukup bertenaga.
Namun jika dibandingkan iPhone 17 Pro Max, pemisahan instrumen musik masih belum sebersih milik Apple.
Motor getarnya juga tetap terasa presisi, meski belum bisa disebut sebagai yang terbaik di industri.
Verdict: Masih Jadi Flagship Android Paling Aman
Galaxy S26 Ultra memang bukan lompatan besar.
Peningkatan hardware terasa minim, sementara beberapa kekurangan seperti kapasitas baterai dan sensor kamera yang stagnan mulai semakin sulit diabaikan.
Namun di sisi lain, Samsung tetap menawarkan salah satu pengalaman Android paling matang saat ini. One UI 8.5 terasa stabil, kaya fitur, dan AI-nya kini benar-benar mulai memberikan manfaat nyata, terutama untuk produktivitas dan pengolahan foto.
Jika dibandingkan Pixel 10 Pro XL, Galaxy S26 Ultra masih unggul dalam performa, fleksibilitas kamera, dan daya tahan baterai.
Sementara melawan iPhone 17 Pro Max, Samsung menawarkan layar yang lebih nyaman digunakan di luar ruangan, fitur Privacy Display yang unik, serta kemampuan AI yang lebih lengkap. Sebaliknya, Apple masih unggul dalam ekosistem perangkat dan efisiensi baterai.
Kesimpulannya, Galaxy S26 Ultra masih layak disebut sebagai pilihan paling aman bagi siapa pun yang menginginkan flagship Android premium di 2026. Namun, jika prioritas Anda adalah kamera paling mutakhir atau baterai yang benar-benar awet, beberapa kompetitor kini mulai menawarkan paket yang lebih menarik.
