Kalau kebutuhan Anda hanya smartphone dengan layar besar, performa kencang untuk penggunaan harian, dan kamera yang bisa diandalkan, sebenarnya tidak selalu harus keluar uang belasan juta rupiah untuk membeli ponsel flagship.
Di satu sisi ada Galaxy A57 yang dibanderol di kelas menengah premium dan sudah menawarkan spesifikasi yang cukup menggoda. Di sisi lain, Galaxy S26 Plus hadir sebagai flagship Samsung dengan berbagai fitur unggulan yang tentu membuat harganya jauh lebih tinggi.
Lalu, apa saja yang benar-benar Anda dapatkan dengan membayar lebih mahal? Dan yang paling penting, apakah selisih harganya memang sepadan?
Desain dan Kualitas Layar
Sekilas, Galaxy A57 terlihat seperti smartphone flagship modern. Bodinya tipis, ringan, dan tampil premium.
Menariknya, Galaxy A57 justru sedikit lebih tipis dan ringan dibanding Galaxy S26 Plus. Ketebalannya hanya 6,9 mm dengan bobot 179 gram, sementara Galaxy S26 Plus memiliki ketebalan 7,3 mm dan bobot 190 gram.
Artinya, dari sisi kenyamanan saat digenggam, Galaxy A57 justru memiliki keunggulan tersendiri.
Namun jika diperhatikan lebih dekat, Galaxy S26 Plus masih menawarkan beberapa kelebihan. Samsung membekalinya dengan Gorilla Glass Victus 2 yang lebih tahan terhadap goresan dan benturan dibanding Gorilla Glass Victus+ yang digunakan Galaxy A57.
Keduanya juga sudah mengantongi sertifikasi IP68, sehingga sama-sama tahan debu dan mampu bertahan di air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Untuk layar, kedua ponsel sama-sama menggunakan panel berukuran 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz.
Meski begitu, ada beberapa perbedaan penting.
Galaxy S26 Plus hadir dengan bezel yang lebih simetris di semua sisi. Sementara Galaxy A57 masih memiliki dagu layar yang sedikit lebih tebal di bagian bawah.
Teknologi panel yang digunakan juga berbeda. Galaxy S26 Plus memakai panel LTPO yang mampu menyesuaikan refresh rate secara dinamis dari 1Hz hingga 120Hz sesuai kebutuhan.
Sebaliknya, Galaxy A57 masih menggunakan panel LTPS yang berpindah dalam beberapa tingkat tertentu, biasanya 60Hz saat menonton video dan 120Hz saat scrolling.
Dalam penggunaan sehari-hari, keduanya tetap terasa mulus. Namun LTPO memberikan efisiensi daya yang lebih baik karena refresh rate dapat berubah secara lebih fleksibel.
Galaxy S26 Plus juga unggul dalam resolusi dengan panel QHD+ (1440p), sementara Galaxy A57 masih bertahan di Full HD+ (1080p). Hasilnya, tampilan gambar dan teks terlihat sedikit lebih tajam di flagship Samsung tersebut.
Tingkat kecerahan layar juga lebih tinggi pada Galaxy S26 Plus, sehingga lebih nyaman digunakan di bawah sinar matahari terik.
Di malam hari, layar Galaxy S26 Plus juga bisa meredup hingga di bawah 1 nit, sedangkan Galaxy A57 hanya mampu turun hingga sekitar 1,7 nit. Perbedaannya memang kecil, tetapi cukup terasa saat menggunakan ponsel di ruangan gelap sebelum tidur.
Performa dan Software
Meski sama-sama terasa responsif untuk penggunaan harian, kedua ponsel menggunakan chipset yang sangat berbeda.
Galaxy A57 ditenagai Exynos 1680, sedangkan Galaxy S26 Plus menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600 tergantung wilayah pemasarannya.
Dari sisi memori, Galaxy A57 hadir dengan RAM 8GB, sementara Galaxy S26 Plus dibekali RAM 12GB sebagai standar.
Untuk aktivitas sehari-hari seperti media sosial, chatting, browsing, dan multitasking ringan, keduanya mampu memberikan pengalaman yang nyaman.
Namun ketika mulai menjalankan tugas yang lebih berat, keunggulan Galaxy S26 Plus mulai terlihat jelas.
Performa Gaming
Bagi gamer, Galaxy S26 Plus berada di level yang berbeda.
Game berat seperti Genshin Impact, Wuthering Waves, atau Where Winds Meet dapat berjalan lebih stabil dengan frame rate yang lebih tinggi.
Performa GPU Galaxy S26 Plus bahkan bisa mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding Galaxy A57 dalam berbagai pengujian grafis.
Kalau gaming menjadi salah satu prioritas utama, flagship Samsung ini jelas lebih layak dipertimbangkan.
Kecepatan Penyimpanan dan Transfer Data
Salah satu perbedaan yang sering luput diperhatikan ada pada port USB.
Galaxy A57 masih menggunakan USB 2.0 dengan kecepatan transfer sekitar 60 MB/s. Sebaliknya, Galaxy S26 Plus sudah mendukung USB 3.2 yang bisa menawarkan kecepatan transfer hingga berkali-kali lipat lebih tinggi.
Untuk penyimpanan internal, Galaxy A57 tersedia dalam pilihan 128GB dan 256GB.
Sementara itu, Galaxy S26 Plus langsung memulai dari kapasitas 256GB dan tersedia hingga 512GB.
Keduanya sama-sama tidak menyediakan slot microSD.
Galaxy S26 Plus juga menggunakan penyimpanan UFS 4.0 yang jauh lebih cepat. Dampaknya terasa saat membuka galeri berisi ribuan foto, menginstal game besar, atau memindahkan file berukuran besar.
Fitur Software dan AI

Kedua ponsel menjalankan One UI 8.5, tetapi tidak mendapatkan fitur AI yang sama.
Beberapa fitur Galaxy AI masih eksklusif untuk seri flagship.
Salah satunya adalah fitur ringkasan artikel dan halaman web di Samsung Internet yang tidak tersedia di Galaxy A57.
Galaxy S26 Plus juga mendukung Samsung DeX, memungkinkan ponsel digunakan layaknya komputer desktop saat dihubungkan ke monitor eksternal. Fitur ini absen pada Galaxy A57.
Kamera
Galaxy A57 memang memiliki tiga kamera belakang, tetapi tidak semuanya memberikan pengalaman setara.
Kamera utama menjadi sensor yang paling bisa diandalkan. Sementara kamera ultrawide mengalami penurunan kualitas yang cukup terasa, dan kamera makro kemungkinan hanya akan digunakan sesekali oleh sebagian kecil pengguna.
Galaxy S26 Plus juga membawa tiga kamera belakang, tetapi tanpa sensor yang terasa sekadar pelengkap.
Anda mendapatkan kamera utama flagship, kamera ultrawide berkualitas tinggi, serta kamera telefoto 10MP dengan zoom optik 3x.
Dalam berbagai kondisi pemotretan, Galaxy S26 Plus umumnya menghasilkan detail yang lebih tinggi serta performa zoom yang jauh lebih baik.
Samsung juga menerapkan warna yang lebih hidup pada hasil foto flagship-nya. Sebagian pengguna mungkin menyukai tampilan yang lebih mencolok ini, meski dalam beberapa situasi warnanya bisa terlihat sedikit berlebihan.
Untuk foto portrait, kedua ponsel mendukung mode 1x dan 2x.
Namun Galaxy S26 Plus memiliki opsi portrait 3x berkat kamera telefoto khusus, yang sering kali menghasilkan perspektif wajah lebih natural.
Pada pengujian zoom, Galaxy S26 Plus tampil sebagai pemenang mutlak.
Foto memiliki detail lebih tajam, kontras lebih baik, dan kualitas yang jauh lebih konsisten dibanding Galaxy A57 yang hanya mengandalkan crop digital.
Kamera Ultrawide
Dalam kondisi tertentu, kamera ultrawide Galaxy S26 Plus terkadang mengalami sedikit kesulitan dalam menangani dynamic range.
Meski demikian, secara keseluruhan kualitasnya tetap berada di atas Galaxy A57.
Foto Malam Hari
Saat malam tiba, Galaxy S26 Plus mampu menangkap lebih banyak cahaya.
Hasil foto terlihat lebih terang, detail lebih terjaga, dan noise lebih terkendali dibanding Galaxy A57.
Kamera Selfie
Kamera depan Galaxy S26 Plus menawarkan sudut pandang yang sedikit lebih lebar serta detail yang lebih baik, terutama saat digunakan di kondisi minim cahaya.
Baterai dan Pengisian Daya
Meski kapasitas baterainya sedikit lebih kecil, Galaxy S26 Plus ternyata lebih efisien dibanding Galaxy A57.
Galaxy S26 Plus menggunakan baterai 4.900 mAh, sedangkan Galaxy A57 mengandalkan baterai 5.000 mAh.
Dalam berbagai pengujian penggunaan sehari-hari, flagship Samsung ini mampu bertahan lebih lama, baik saat browsing maupun streaming video.
Secara keseluruhan, estimasi screen-on time Galaxy S26 Plus berada di kisaran 7 jam 22 menit, sementara Galaxy A57 sekitar 6 jam 11 menit.
Untuk pengisian daya, keduanya sama-sama mendukung fast charging 45W dan membutuhkan sedikit lebih dari satu jam untuk mengisi baterai hingga penuh.
Perbedaan terbesar ada pada fitur wireless charging.
Galaxy S26 Plus mendukung pengisian daya nirkabel hingga sekitar 15W, sedangkan Galaxy A57 sama sekali tidak memiliki fitur tersebut.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
Galaxy A57 memang bukan flagship, tetapi kemampuannya sudah lebih dari cukup untuk mayoritas pengguna.
Desainnya tipis, ringan, nyaman digenggam, dan performanya memadai untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming, fotografi kasual, hingga multitasking.
Jika Anda bukan gamer berat dan tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur premium, Galaxy A57 sudah menawarkan nilai yang sangat baik.
Namun ada beberapa kompromi yang harus diterima, seperti tidak adanya wireless charging, kualitas zoom yang biasa saja, kecepatan penyimpanan yang lebih lambat, serta fitur AI yang lebih terbatas.
Di sisi lain, Galaxy S26 Plus menawarkan paket yang jauh lebih lengkap.
Performa lebih kencang, kamera lebih fleksibel, layar lebih superior, baterai lebih efisien, serta dukungan fitur premium yang akan terasa manfaatnya dalam jangka panjang.
Jika Anda berencana memakai ponsel selama empat hingga lima tahun ke depan dan menginginkan pengalaman terbaik dari ekosistem Samsung, maka selisih harga menuju Galaxy S26 Plus bisa menjadi investasi yang masuk akal.
